.::Selamat Datang Di Blog Ini..Semoga Bermanfaat::.

Pengertian Moral dan Sejarahnya

Minggu, 20 Oktober 2013


Next, masih teng materi 4 tahun lalu, kali ini akan di bahas tentang materi-materi di mata kuliah Ahlak. Untuk sekarang kita akan bahas lebih detail mengenai materi Moral, Seperti Apa?? cekidoott... :)

Bila kata etika berasal dari Yunani kuno, maka moral ini berasal dari bahasa Latin, yaitu jamak dari mose yang berarti adat kebiasaan. Kedua istilah ini kadang-kadang digunakan dalam pengertian yang sama, karena memang istilah moral dapat disimpulkan bahwa artinya sama dengan etika dalam pengertian nilai-nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam suatu masyarakat dalam mengatur tingkah lakunya. Misalnya dikatakan bahwa perbuatan orang tersebut tidak bermoral. Dengan demikian yang dimaksudkan adalah perbuatan orang itu dianggap melanggar nilai-nilai dan norma-norma etis yang berlaku dalam masyarakat.


Sebaliknya bila dikatakan orang itu bermoral, maka artinya orang tersebut telah mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang dipegangi oleh masyarakat yang menilainya. Sehingga contoh-contoh di atas memberikan kesan bahwa term moral itu selalu berkonotasi positif. Padahal sebetulnya pengertiannya tidak sesempit itu karena secara harfiah moral itu diartikan adat kebiasaan manusia dalam berperilaku maka ia bisa berkonotasi positif maupun negatif, bisa baik dan bisa buruk tergantung sifat perbuatan itu.


Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam Dictionary of Education, bahwa moral ialah a term used to delimit those characters, traits, intentions, judgments, or acts which can appropriately, be designated as right, wrong, good, bad. Karena moral itu merupakan istilah yang digunakan untuk memberikan batasan terhadap aktifitas manusia dengan nilai baik atau buruk, benar atau salah, maka moral ini lebih terlihat praktis, dan merupakan penjabaran dari nilai yang diyakini sebagai suatu identitas yang memberikan corak khusus kepada pola pemikiran, perasaan, keterikatan dan perilaku. Artinya istilah moral ini membutuhkan tolok ukur yang digunakan. Kalau dalam pembicaraan etika, untuk menentukan nilai perbuatan manusia (baik atau buruk) dengan tolok ukur akal pikiran, maka dalam pembahasan moral tolok ukurnya adalah norma-norma yang hidup dalam masyarakat, yang dapat berupa adat istiadat, agama dan aturan-aturan tertentu. Dalam hal ini Hamzah Ya’qub mengatakan bahwa yang disebut moral adalah sesuai dengan ide-ide umum tentang tindakan manusia mana yang baik dan yang wajar.

Senada dengan Hamzah Ya’qub, secara detail dalam Ensiklopedi Pendidikan disebutkan bahwa moral adalah nilai dasar dalam masyarakat untuk memilih antara nilai hidup (moral) juga adat istiadat yang menjadi dasar untuk menunjukan baik dan buruk. Maka untuk mengukur tingkah laku manusia (baik dan buruk) dapat dilihat dari penyesuaiannya dengan adat istiadat yang umum diterima masyarakat, yang meliputi kesatuan sosial atau lingkungan tertentu. Karena itu dapat dikatakan, baik atau buruk yang diberikan secara moral hanya bersifat lokal. Inilah yang membedakan antara etika dan moral. Perbedaan lain antara etika dan moral adalah etika lebih banyak bersifat teoritis, sedang moral lebih banyak bersifat praktis, etika memandang tingkah laku manusia secara universal (umum), sedangkan moral secara lokal, etika menjelaskan ukuran yang dipakai, moral merealisasikan ukuran itu dalam perbuatan. 

jika ada pertanyaan bisa sisipkan di kolom komentar ya guys, selamat belajar, semoga bermanfaat.. :) jangan lupa di follo yah,,,seyaa :)

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Pengikut

Waktu Sholat Kebumen

Pengunjung