PENDAHULUAN
Sebagai salah satu ilmu keIslaman, Ilmu Tauhid sangat lah penting untuk di ketahui oleh seorang muslim yang mana pembahasan dalam Ilmu Tauhid ini adalah pembahasan tentang aqidah dalam Islam yang merupakan inti dasar agama, karena persolaan aqidah Islam ini memiliki konsekwensi yang berpengarah pada keyakinan yang berkaitan dengan bagaimana seseorang harus meng interpretasikan tuhan itu sebagai sembahannya hingga terhindar dari jurang kesesatan dan dosa yang tak terampunkan (syirik).
Memang, Pembahasan pokok dalam Agama Islam adalah aqidah, namun dalam kenyataanya masalah pertama yang muncul di kalangan umat Islam bukanlah masalah teologi, melainkan persolaan di bidang politik, hal ini di dasari dengan fakta sejarah yang menunjukkan bahwa, titik awal munculnya persolan pertama ini di tandai dengan lahirnya kelompok-kelompok dari kaum muslimin yang telah terpecah yang kesemuanya itu di awali dengan persoalan politik yang kemudian memunculkan kelompok-kelompok dengan berbagai Aliran teologi dan berbagai pendapat-pendapat yang berbeda-beda.
Dalam pembahasan Ilmu Tauhid, kita dihadapkan pada barbagai macam gerakan pemikiran-pemikiran besar yang kesemuanya itu dapat dijadikan sebagai gambaran bahwa agama Islam telah hadir sebagai pelopor munculnya pemikiran-pemikiran yang hingga sekarang semuanya itu dapat kita jumpai hampir di seluruh dunia. Hal ini juga dapat dijadikan alasan bahwa Islam sebagi mana di jumpai dalam sejarah, bukanlah sesempit yang dipahami pada umumnya, karena Islam dengan bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah dapat berhubungan dengan pertumbuhan masyarakat luas. Oleh karena itu dalam makalah ini akan membahas penyebab munculnya pemikiran-pemikiran(aliran) dalam ilmu tauhid seperti syi’ah, khawarij dan murji’ah.
PEMBAHASAN
A. Aliran Syi’ah
Mazhab Syi’ah ini lahir sebagai reaksi terhadap golongan ahli sunnah atas ketidak sepahaman mereka terhadap pengangkatan Khulafa’ ar-Rasyidin (Abu Bakar, ‘Umar, Utsman dan Ali) secara berturut-turut. Menurut madzhab Syi’ah yang berhak menggantikan Rasulullah SAW hanyalah Ali ibn Abi Thalib (dengan alasan Ali adalah Ahlul bait atau keluarga yang peling dekat).