.::Selamat Datang Di Blog Ini..Semoga Bermanfaat::.

Cara Kerja SHA-1 dan MD5

Kamis, 14 Juni 2012

Artikel kali ini akan membahas tentang MD5 dan juga SHA-1, baik itu pengertian, perbedaan antar keduanya dan juga ada cara kerja dari metode tersebut, untuk lebih jelasnya dapat membaca tulisan berikut : 

MD5

Fungsi hash yang paling banyak digunakan dalam keamanan jaringan komputer dan internet adalah MD5 yang dirancang oleh Ron Rivest yang juga merupakan salah satu pengembang algoritma RSA pada tahun 1991. MD5 merupakan kelanjutan daru MD4 yang dirancang dengan tujuan keamanan. Secara perhitungan matetamatis tidak dimungkinkan untuk mendapatkan dua pesan yang miliki hash yang sama. Tidak ada serangan yang lebih efisien untuk membongkar/mengetahui hash suatu pesan selain brute-force

CARA KERJA MD5

MD5 mengolah blok 512 bit, dibagi kedalam 16 subblok berukuran 32 bit. Keluaran algoritma diset menjadi 4 blok yang masing-masing berukuran 32 bit yang setelah digabungkan akan membentuk nilai hash 128 bit.

Pesan diberi tambahan sedemikian sehingga panjang menjadi k-bit, dimana k = 512n – 64 bit. dan merupakan blok masukan. Tambahan ini diperlukan hingga pesan menjadi k bit. Kemudian 64 bit yang masing kosong, dibagian akhir, diisi panjang pesan. Inisiasi 4 variabel dengan panjang 32 bit yaitu a,b,c,d.

Variabel a,b,c,d dikopikan ke variabel a,b,c,d yang kemudian diolah melalui 
4 tahapan yang sangat serupa. Setiap tahapan menggunakan 16 kali operasi berbeda, menjalankan fungsi nonlinear pada tiga variabel a,b,c, atau d. Hasilnya ditambahkan ke variabel keempat, subblok pesan dan suatu konstanta. Kemudian dirotasi kekiri beberapa bit yang kemudian ditambahkan ke salah satu dari a,b,c, atau d.

Kemudian nilai a,b,c, dan d
menggantikan nilai a,b,c, dan d. Kemudian dikeluarkan output yang merupakan gabungan dari a,b,c, dan d. Fungsi kompresi yang digunakan oleh algoritma md5 adalah sebagai berikut : ← b + (( a + g ( b,c,d) + X[k] + T[i] <<< s ), dimana g adalah salah fungsi primitif F,G,H,I seperti dibawah ini : 
dan operasi XOR, AND, OR, dan NOT adalah sebagai berikut :

SHA

Pada tahun 1993, NIST (National Institute of Standards and Technology) dan NSA (National Security Agency) mendesain dan mempublikasikan SHA. SHA kemudian berkembang dan mengalami revisi pada tahun 1995 menjadi SHA 1 yang telah diadopsi oleh Amerika sebagai fungsi hash dalam skema digital signature algorithm (DSA) dalam FIPS 180-1 serta diadopsi juga oleh Internet RFC3174-nb. SHA 1 pada dasarnya merupakan hasik rekonstruksi struktur pada algoritma MD4. SHA 1 memetakan inputan string dengan panjang sembarang menjadi suatu nilai hash dengan panjang tetap yaitu 160 bit. Ukuran internal state pada SHA 1 adalah 160 bit, sedangkan ukuran bloknya adalah 64 bytes.SHA - 1
Sebuah versi revisi dari SHA sebagai FIPS 180-1 pada tahun 1995 dan secara umum dikenal
sebagai SHA-1.

CARA KERJA SHA - 1

Pesan diberi tambahan untuk membuat panjangnya menjadi kelipatan 512 bit ( l x 512 ). Jumlah bit asal adalah k bit. Tambahkan bit secukupnya sampai 64 bit kurangnya dari kelipatan 512 ( 512 – 64 = 448 ), yang disebut juga kongruen dengan 448 ( mod 512 ). Kemudian tambahkan 64 bit yang menyatakan panjang pesan. Inisiasi 5 md variabel dengan panjang 32 bit yaitu a,b,c,d,e. Pesan dibagi menjadi blok-blok berukuran 512 bit dan setiap blok diolah. Kemudian keluaran setiap blok digabungkan dengan keluaran blok berikutnya, sehingga diperoleh output ( diggest ). Fungsi kompresi yang digunakan oleh algoritma sha-1 adalah sebagai berikut : A,b,c,d,e ← ( e + f(t,b,c,d) + s5(a) + wt + kt),a,s30(b),c,d.]

PERBANDINGAN SHA-1 DAN MD5

Karena SHA-1 dan MD5 dikembangkan atau diturunkan dari MD4 maka keduanya mempunyai kemiripan satu sama lain, baik kekuatan dan karakteristiknya.
Berikut perbedaan dari SHA-1 dan MD5
 
1. Keamanan terhadap serangan brute-force. Hal yang paling penting adalah bahwa SHA-1 menghasilkan diggest 32-bit lebih panjang dari MD5. Dengan brute-force maka SHA-1 lebih kuat dibanding MD5.

2. Keamanan terhadap kriptanalisis. Kelemahan MD5 ada pada design sehingga lebih mudah dilakukan kriptanalisis dibandingkan SHA-1

3. Kecepatan. Kedua algoritma bekerja pada modulo 232 sehingga keduanya bekerja baik pada 
arsitektur 32 bit. SHA-1 mempunyai langkah lebih banyak dibandingkan MD5 ( 80 dibanding MD5 64 ) dan harus memproses 160 bit buffer dibanding DM5 128 bit buffer, sehingga SHA-1 bekerja lebih lambat dibanding MD5 pada perangkat keras yang sama.
4. Simplicity. Kedua algoritma simple untuk dijelaskan dan mudah untuk diiemplementasikan karena tidak membutuhkan program yang besar atau tabel subtitusi yang besar pula.

OK sekian dulu yah, sekilas tentang MD 5 dan juga SHA-1, semoga bermanfaat, seeyaaaa.. :)

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Pengikut

Waktu Sholat Kebumen

Pengunjung