Bermodalkan nekad dan sebuah hape penjelajahan menuju daerah yang dinginpun di mulai, tempat yang muncul karena belum pernahnya anak-anak kesana menjadi tujuan kami kali ini, daerah yang terkenal dengan kawah tiga warna dan anak gimbalnya akan kita sasar.
Pagi2 buta kami sudah kalut dengan perasaan ada atau tidaknya yang ikut. Hanya dengan 7 anak perjalanan pun dimulai, kendaraan kamipun mengikuti laju mobil yang melewati jalan lurus yang lebar menuju pegunungan tidar. Beberapa menit kemudian kami keluar dari Kota tempat kita tinggal, dan tulisan ''selamat jalan"pun telah berlalu dan berganti menjadi selamat datang, yang berati bahwa satu kabupaten telah terlampoi. Suasana sejuk sudah dapat dirasa ketika masuk ke bibir kota Harapan, kota yang terkenal dengan candi borobudurnya.
Sempat berhenti sejenak untuk mampir di masjid, perjalananpun kami lanjutkan menuju kota dengan slogan Bersenyum, yupz, Temanggung yang akan menyambut kita. Terlihat gunung yang samar2 terlihat karena tertutup oleh awan dan kabut menghiasi perjalanan di kota tembakau ini. "Subhanalloh" kata yang terucap dari anak dibelakangku, tak berhenti disitu, ketakjuban kamipun masih berlanjut dengan beberapa pemandangan yang bisa di abadikan oleh kamera ponsel yang di bawa.
Jalanan naik turun, tikungan tajam kami lahap dengan mudahnya, hingga sampai di tikungan yang menanjak, dengan santainya kita melewati bus yang kesulitan menaiki tanjakan, dan ahirnya peluit dari orang berseragam itupun berbunyi. Tiga sepeda motor kamipun menepi, dengan diikuti banyak kendaraan lain yang juga sama dengan nasib kami, tiga lembar uang dari dompet kamipun berpindah tangan, tentunya setelah kita berdebat (liat di postingan selanjutnya).
Mencari seteguk air dan mengisi bahan bakar menjadi aktivitas selanjutnya, meluapkan kekesalan pada orang yang berseragam tadi juga menjadi pelampiasan kami, setelah pikiran tenang kamipun melanjutkan pejalanan, hingga sampai pada kota yang kami tuju, mengeluarkan uang 15 ribu untuk masuk, kamipun masuk ke daerah yang dingin ini.