.::Selamat Datang Di Blog Ini..Semoga Bermanfaat::.

Subhanallah, Bayi Ini Lahir Membawa Alquran

Monday, 21 May 2012

Allah SWT tak pernah berhenti menunjukkan kuasa-Nya. Seorang bayi di Nigeria lahir sembari membawa Alquran dari rahim ibunya. Sejatinya, ibu bayi tersebut beragama Kristen, tapi pascamelihat mukjizat Allah tersebut, sang ibu dan nenek bayi tersebut langsung mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan diri masuk Islam.


Subhanallah, Bayi Ini Lahir Membawa Alquran

Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5) kemarin, bayi tersebut lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei 2012 lalu. Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi tersebut membawa sebuah Mushaf kecil di tangannya.

Kikelomo Ilori, nama ibu bayi tersebut. Wanita 32 tahun yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan langsung mengganti namanya menjadi Sherifat ketika masuk Islam. Hal itu diikuti nenek bayi tersebut yang mengganti namanya menjadi nama Islam.

Kasih Sayang Ibu...

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.



Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Belajar Dari Kisah Si Tikus

Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan istrinya, saat membuka sebuah bungkusan. Ada mainan pikirnya. Tapi dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan,
“Awas ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati ada perangkap tikus di dalam rumah!”

 Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruki tanah, mengangkat kepalanya dan berkata. ‘Ya, maafkan aku Pak Tikus. Aku tahu memang ini masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tidak ada masalah. Jadi jangan buat aku sakit kepala lah.”


 Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing. Katanya, “Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di dalam rumah!”

‘Wah aku menyesal dengan kabar ini.” Si kambing menghibur dengan penuh simpati. “Tetapi tidak ada sesuatu pun yang bisa kulakukan kecuali berdo’a. Yakinlah, kamu senantiasa ada dalam do’a-do’aku!”


 Tikus kemudian berbelok menuju si lembu.
‘Oh! Sebuah perangkap tikus?” jadi saya dalam bahaya besar ya?” kata lembu sambil ketawa, berteleran air liur.

 Jadi tikus itu kembalilah ke rumah dengan kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian. Ia merasa sungguh-sungguh sendiri.


BAPAK KAMI BUTUH KEADILAN!!!

Sunday, 20 May 2012

Dalam perjalanan berlibur, di suatu tikungan tajam ada bapak berompi hijau pupus itu meniupkan peluit tanda kami harus menepi, satu persatu dari kami mengeluarkan surat penting yang di miliki, kesalahan yang kiranya tidak dilakukan oleh kami, tapi entah siapa yang harus di persalahkan.

Ketika kami masuk kedalam warung rasa kurang sopan dan tekanan muncul dari bapak berseragam itu, 100 ribu, kemudian 50 ribu itu keluar dari mulutnya, surat yang kami punya kemudian di satukan dengan sebuah surat berisi agenda tanggal 24 mei harus menghadap ke pengadilan.

Perasaan tak karuan kembali berkecamuk, dongkol, males, dendam, marah, bercampur jadi satu. Suasana pecah setelah kami di panggil untuk masuk ke kamar kecil dekat warung itu, negosiasi pun berjalan alot, hingga saya keluar, ada seorang bapak yang dengan enjoy kembali ke kendaraannya, seperti tak terjadi apa2, apakah bapak berseragam itu tutup mata, di jalanpun ada dua sejoli berboncengan tanpa menggunakan helm lewat dengan enaknya, "BAPAK KAMI BUTUH KEADILAN" itu yang sebenarnya kami ingin sampaikan. tapi ya sudahlah..

Perjalanan Menuju Puncak Dieng

Bermodalkan nekad dan sebuah hape penjelajahan menuju daerah yang dinginpun di mulai, tempat yang muncul karena belum pernahnya anak-anak kesana menjadi tujuan kami kali ini, daerah yang terkenal dengan kawah tiga warna dan anak gimbalnya akan kita sasar.

Pagi2 buta kami sudah kalut dengan perasaan ada atau tidaknya yang ikut. Hanya dengan 7 anak perjalanan pun dimulai, kendaraan kamipun mengikuti laju mobil yang melewati jalan lurus yang lebar menuju pegunungan tidar. Beberapa menit kemudian kami keluar dari Kota tempat kita tinggal, dan tulisan ''selamat jalan"pun telah berlalu dan berganti menjadi selamat datang, yang berati bahwa satu kabupaten telah terlampoi. Suasana sejuk sudah dapat dirasa ketika masuk ke bibir kota Harapan, kota yang terkenal dengan candi borobudurnya.

Sempat berhenti sejenak untuk mampir di masjid, perjalananpun kami lanjutkan menuju kota dengan slogan Bersenyum, yupz, Temanggung yang akan menyambut kita. Terlihat gunung yang samar2 terlihat karena tertutup oleh awan dan kabut menghiasi perjalanan di kota tembakau ini. "Subhanalloh" kata yang terucap dari anak dibelakangku, tak berhenti disitu, ketakjuban kamipun masih berlanjut dengan beberapa pemandangan yang bisa di abadikan oleh kamera ponsel yang di bawa.

Jalanan naik turun, tikungan tajam kami lahap dengan mudahnya, hingga sampai di tikungan yang menanjak, dengan santainya kita melewati bus yang kesulitan menaiki tanjakan, dan ahirnya peluit dari orang berseragam itupun berbunyi. Tiga sepeda motor kamipun menepi, dengan diikuti banyak kendaraan lain yang juga sama dengan nasib kami, tiga lembar uang dari dompet kamipun berpindah tangan, tentunya setelah kita berdebat (liat di postingan selanjutnya).

Mencari seteguk air dan mengisi bahan bakar menjadi aktivitas selanjutnya, meluapkan kekesalan pada orang yang berseragam tadi juga menjadi pelampiasan kami, setelah pikiran tenang kamipun melanjutkan pejalanan, hingga sampai pada kota yang kami tuju, mengeluarkan uang 15 ribu untuk masuk, kamipun masuk ke daerah yang dingin ini.

 

Followers

Waktu Sholat Kebumen

Pengunjung